« Kembali ke Actio#17

PENGATURAN PERJALANAN SELAMA PANDEMI COVID-19

Selama pandemi COVID-19, apakah masyarakat masih dapat melakukan perjalanan, baik secara domestik maupun internasional?

Untuk sekarang, bisa. Masyarakat tetap dapat melakukan perjalanan dengan catatan harus mematuhi seluruh kebijakan pembatasan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.

Pada awal pandemi COVID-19, Pemerintah Indonesia memang melarang masyarakat untuk melakukan perjalanan, baik secara domestik maupun internasional. Namun, Pemerintah Indonesia saat ini memberikan relaksasi dalam berbagai bentuk pembatasan, sehingga masyarakat tetap dapat melakukan perjalanan baik secara domestik maupun internasional.

Bagaimana cara masyarakat agar tetap dapat melakukan perjalanan selama pandemi COVID-19?

Tentunya dengan mematuhi seluruh peraturan yang telah ditetapkan oleh berbagai badan pemerintahan. Soal perkembangan perubahan peraturan yang berhubungan dengan hal tersebut dapat diakses di situs resmi pemerintah mengenai COVID-19, yaitu covid19.go.id/p/regulasi.

Pembatasan sendiri memiliki perbedaan untuk perjalanan darat, laut, dan udara. Saat ini, peraturan yang terbaru adalah Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nomor 24 Tahun 2021 tentang Pengaturan Aktivitas dan Mobilitas Masyarakat Selama Periode Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022 dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan addendum-nya.

Secara umum, syarat yang harus dipenuhi untuk bepergian dalam peraturan tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Harus sudah menerima vaksin COVID-19 paling tidak dosis pertama;
  2. Bagi masyarakat yang baru menerima dosis pertama, wajib menunjukkan kartu vaksin dosis pertama dan keterangan hasil negatif tes PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan;
  3. Bagi masyarakat yang sudah menerima dosis kedua, wajib menunjukkan kartu vaksin dosis kedua dan surat keterangan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum

Apakah karantina wajib dilakukan masyarakat yang melakukan perjalanan baik secara domestik maupun internasional?

Tidak, karantina hanya wajib dilakukan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan secara internasional.

Dalam Addendum Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nomor 23 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), diatur bahwa setiap orang yang melakukan perjalanan internasional, baik Warga Negara Indonesia atau Warga Negara Asing, pada saat kedatangan di Indonesia, wajib menjalani karantina selama 10 x 24 jam dan melakukan tes ulang PCR.

Untuk beberapa negara, seperti Afrika Selatan dan Hong Kong, dan oleh karena munculnya varian baru COVID-19, maka kedatangan dari negara-negara tersebut harus diikuti dengan karantina yang lebih lama, yaitu 14 x 24 jam. IMD/TWK