« Kembali ke Actio#4

KIAT-KIAT BAGI KREDITOR ATAS PENYELESAIAN KREDIT MACET

SECARA DAMAI/NON LITIGASI:

  • Melakukan komunikasi, negosiasi, konsiliasi secara langsung kepada debitor dan membicarakan hambatan yang ada (memanggil, mendatangi, atau mengirimkan somasi).
  • Jika tidak ada penyelesaian atas upaya di atas, kreditor dapat memberikan pilihan (rescheduling, reconditioning, dan atau restructuring) bagi debitor untuk:
    •  memperpanjang waktu pengembalian pinjaman;
    • memberikan potongan denda, bunga, atau pokok utang;
    • memberikan tambahan pinjaman utang beserta tambahan waktu untuk pelunasan;
    • mengonversi utang ke penyertaan saham (jika ada potensi bisnis).
  • Langkah lain yang dapat dilakukan oleh kreditor secara bersamaan dengan upaya di atas adalah membuat pengumuman melalui media massa, dengan tujuan agar debitor melunasi utang (sebagai upaya menekan nama baik).
  • Cara lainnya, kreditor dapat menjual piutang kepada pihak lain dengan cara cessie atau subrograsi.Kreditor juga dapat mengambil alih barang yang dijaminkan debitor untuk penyelesaian utang atas persetujuan debitor (dalam bank, dikenal istilah aset yang diambil alih (AYDA) atau barang jaminan diambil alih (BJDA).

 

MELALUI LITIGASI/PENGADILAN :

  • Mengajukan eksekusi jaminan melalui pengadilan negeri (jika ada jaminan) (dasar hukum: UU Nomor 4/1996 tentang Hak Tanggungan Pasal 6/UU Nomor 42/1999 tentang Fidusia Pasal 29); atau
  • mengajukan gugatan perdata ke pengadilan negeri untuk meminta pengembalian kerugian dan meminta sita jaminan terhadap kebendaan milik debitor sebagai jaminan pemenuhan tuntutan (dasar m: Pasal 1365, 1131 KUH Perdata).
  • Permohonan arbitrase sebagai upaya penyelesaian permasalahan pun dapat diajukan oleh kreditor, asalkan hal tersebut disepakati secara spesifik dalam suatu perjanjian. Langkah pengajuan permohonan arbitrase kemudian diikuti dengan penyelesaian sukarela dari debitor, atau kreditor dapat mengajukan permohonan eksekusi putusan arbitrase ke pengadilan negeri.
  • Di luar cara itu, kreditor dapat mengajukan permohonan kepailitan atau permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang kepada pengadilan niaga setempat, dengan mengikuti ketentuan pengajuan sesuai ketentuan perundangan.
  • Ada pula langkah yang dapat dilakukan oleh kreditor secara bersamaan dengan upaya yang telah disebutkan di atas sebagai upaya untuk menekan debitor membayar utang, yakni melaporkan dugaan tindak pidana penipuan atau penggelapan atau dugaan tindak pidana lainnya kepada pihak kepolisian atau penyelidik/penyidik lain (apabila ada penjaminan aset fiktif, manipulasi data, pernyataan palsu, atau apabila ada perbuatan debitor yang melanggar hukum pidana).

-TSH-